Google+ Followers

Pages

Saturday, December 25, 2010

Bersuka, Bersyukur, Berbagi

Makhluk Pecinta harus bangkit!


Langit yang luas dan bumi yang permai bak saksi akan keagungan Tuhan
Berbahagialah hai kamu yang dibentuk untuk menjadi bagian terindah di dalamnya

Harta, Kekuasaan, dan Manusia tak akan mampu mengalahkan sukacita sejati
Kebahagiaan hanya akan sebagian kecil bentuk dari sukacita itu

Bersyukurlah
Jangan sampai semua senyum terenggut
Dan air mata membanjiri

Bukalah matamu
Rasakan setiap sentuhan lembut kedamaian
Dan bisikan merdu penuh kasih sayang

Setelahnya
Bagikanlah itu kepada mereka yang membutuhkan

Bagikan seolah mereka merupakan bagian dari dirimu

Ingatlah untuk senantiasa memegang lidahmu erat-erat
Menutup pintu pikiran dari yang jahat
Serta kuburkan keangkuhan hati yang remuk

Buatlah dunia melihat DIA di dalammu

"It's Christmas Time"
MERRY CHRISTMAS 2010

Monday, November 08, 2010

Bangkit Kembali!

Teringat pesan, "kamu harus tegas!" "jangan biarkan kamu jadi seorang yang lemah!"

Ada pun sebuah tweet, "semoga besok bisa menjadi pemeran utama."

Ditambah dengan penggalan lagu, "I will never say never. I will fight till forever." "just the way you are."

Dan di saat aku terjatuh dan merasakan sakitnya kerikil yang menggores lututku.
Aku akan perlahan berdiri dan meyakinkan diriku bahwa tak ada sesuatu yang terjadi di luar batasku.
Walau perlu kuteteskan air mata ini, tapi ketika kulihat sekelilingku,
ternyata masih banyak orang yang tersandung lebih dalam.
Akan kubantu mereka berdiri karna kekuatanku telah kembali.
Sorak-sorai sahabat dan saudara bersamaku.
Allahku menyertaiku.
Aku pun akan membantu mereka untuk melihat betapa indahnya harapan akan
hari depan. Hari esok. Masa depan di dalam Tuhan.


*thanks fellas ^^ God bless u and Indonesia

Bergema Bisikku

Angin kembali mengabarkan isakan memilukan.
Malam tak lagi berbintang.
Kekelaman awan menutupi keceriaannya.

Gema keperihan mengiang kesepian.
Sudah pernah kurasakan.
Sudah kapok kuingat.

Apalah daya.
Mereka telah mempermainkan pentas.
Mereka ingin dibenci.
Mereka ingin dipuja.

Satu hati. Satu pikir. Satu rasa.
Apakah terlalu berlebihan?

Dan akhirnya hujan kembali membasahi jendela kamarku.
Pintaku pada bulan agar besok bintang mau berpihak padaku.

Aku adalah diriku.
Ada orang yang akan bangga akan diriku.
Pasti -bisikku dalam hati.

Friday, November 05, 2010

Mendengarkan Cerita Bintang

Dear God..
Dear Mr. God..

Aku ingin bekerja, berbagi, bersenang-senang, bersama mereka, belajar, bersenandung.
Tapi aku tak pernah ingat untuk mendengarkan.

Hanya diam dan membiarkan KAU berbicara.
Membiarkan -hanya- hati ini yang berbicara.

Pintaku banyak.
Tapi adakah aku berbagi denganMU juga apa yang telah kualami?

Ribuan bintang di tengah malam selalu kulewatkan.
Padahal aku tahu merekalah yang menerangi kegelapan malam.
Namun hidup terlalu lelah untuk berhenti sejenak dan menuliskan sebuah cerita tentangMU.

Kini aku hanya ingin bersyukur, bersuka ria, berbagi, berjalan bersamaMU dan mendengarkan apa ceritaMU untukku.
Itulah keinginanku.

Kini. Dan selamanya.
Now. And forever.

# Terinspirasi dari: Letters To God. August Rush. Write A Note To A Star.

Wednesday, October 20, 2010

Salam Kebebasan

"Sudah terlalu lama kau mengikuti aku dan tenggelam dalam duniaku.

Kini saatnya kau berkumpul dengan kaummu.

Nikmati hari indah di masa mudamu.

Mereka akan menjadi teman yang lebih menyegarkan dibanding diriku yang tak lagi seutuhnya untukmu.

Kita telah menyadari itu, namun kita terlalu keras tuk terus berpura-pura.

Masih banyak hal yang bisa kau kerjakan.

Sedangkan bersamaku, kau hanyalah seorang pengikut sejati.

Kembangkanlah sayapmu, kau akan semakin indah jika terbang ke luar sana.

Jika kau sudah berhasil beriringan dengan pelangi, maka kembalilah dan aku akan mengucapkan selamat bagi perjuangan dirimu."

Wednesday, September 22, 2010

Senantiasa Melihat dan Tersadar

Triinngg

Deringan halus membelah kekakuan
Barisan kata-kata memenuhi layar kaca serba guna itu
Tercermin kebijakan dalam setiap isinya

Begini bunyinya ...

"
Saat kita melihat berkat yang sama setiap hari; kita akan tidak memperhatikannya lagi.
Ketika tidak lagi memperhatikan; kita berhenti menghargai.
Ketika tidak menghargai; kita berhenti bersyukur.
Ketika kita tidak bersyukur; kita mulai mengeluh.

Jika hari ini kamu menangis; bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis.
Jika hari ini kamu disakiti; bersuikirlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain.
Jika hari ini kamu dikecewakan; bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa.

Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar untuk memaafkan.
"

Terbersit pula sebuah kata bijak yang telah terorbit sejak lama

"Action speaks louder than words"

Siapapun yang menemukan kalimat tersebut, ia telah dibangunkan
Sedangkan penulis, ia masih tertidur dalam sebuah proses membangunkan orang lain - disamping ia meyakinkan bahwa dirinya telah tersadar juga

Sunday, August 22, 2010

Lelah untuk Terus Begini

Kepercayaanku dicobai oleh mereka yang menghimpitku
Senyuman serigala berkerudung domba terus membayangi mimpiku di siang hari
Suara kepasrahan dan keputusasaan membebaniku di sisi lain

"Mengapa sampai orang yang kusayangi pun menuntunku tuk mengambil keputusan bodoh dan menjijikan hanya karena mereka yang memegang 'kuasa senyuman' terus menekan?"

Sakit hati
Batu pegangan yang selama ini kujadikan tumpuan digoncangkan oleh tanah yang sedari tadi kupijak

Lucu sekali

Ironis tatkala sebuah kenyataan

Mereka tidak tahu tentang aku
Mereka tak mau tahu tentangnya
Mereka berlaku seakan semuanya wajar

Kebobrokan berada di depan mataku
Aku, dengan seorang aku, tak bisa memalingkan wajah lagi
Dan semua yang tengah terjadi semakin membuatku mual

Terlalu banyak dan terlalu sering kejadian itu berulang
Siang bukan lagi menjadi tempat teraman untukku menutup mata sejenak
Dan malam selalu mengiringi setiap tangisku

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat
Tapi bukan aku namanya kalau aku akan terus diam dan menerimanya
Ingatlah suatu hari itu pasti akan tiba
Dan aku percaya, di dalam lemahnya seorang aku, terdapat kebesaran kekuatan untuk melawanmu

Inilah salam dariku bagi mereka
- yang telah mengancamku dan semua yang mengalami hal yang sama sepertiku
"Aku akan bangkit dan mempertunjukkannya pada kalian"

Namun...
Di samping segala untaian kata ini, inilah aku
dan perasaan lelahku
Terimalah

Tuesday, August 17, 2010

Merah Putih - Itu Kita


Di saat Indonesia merdeka,
terdapat ribuan senyum bangga terpancar dari pemuda pemudi rakyat 1945
Rasa puas akan kebebasan itu
Rasa kebersamaan yang tercipta oleh karena itu
Rasa persatuan akan indahnya perjuangan itu sendiri
Semuanya menyatu dalam warna-warni kemerdekaan Republik Indonesia
65 tahun telah berlalu dari masa-masa perjuangan
Dan semangat mengusir penjajah semakin lekang
Bangsa pemicu kemerdekaan telah kabur terbirit-birit
Kini hanya tinggal Indonesia dan rakyatnya yang memiliki ratusan pilihan

Rasa syukur akan datangnya hari merdeka patut dilestarikan penerus
Begitu banyak tumpah darah dan cucuran keringat di masa-masa silam
Maka demikianlah seharusnya kelakuan pelakon generasinya sekarang
Tak hanya itu,
Penghargaan bagi mereka yang telah berjuang keras demi bangsa hendaklah diberi tanda jasa pahlawan

Lestarikan negeri dapat berdampak pada keutuhan bumi!

Itulah kita! Bangsa yang besar! Negeri terkaya! Tanah air tercinta!
Pendukungmu inilah!

Abdikan diri bagi negeri Merah Putih dan bangunkan kembali para pemerintah yang terlelap
Seyogianya, keharuman Merah Putih kan tercium manis!

Foto dari detik.com; kompas.com; dst ^^

Thursday, August 12, 2010

Kali Ini dan Kali Nanti

Saat ini mungkin kau sedang menangis,
merenungi kejadian yang baru saja berlalu / kegagalan yang menyesakkan dada / ketidakberuntungan yang kau terima / penyesalan hidup yang mendalam / luka akibat sakit hati / ditinggal seseorang untuk selamanya / kemarahan yang tak tersampaikan / harga diri yang diinjak-injak / atau mungkin hanya karena sebuah tangisan bombai semata untuk meminta belas kasihan

Tapi coba lihat mereka yang berada di belahan dunia lainnya

Kau melihat mereka sedang tersenyum, tertawa, bahagia,
merasakan indahnya jatuh cinta / memahami manisnya kerja keras / merasakan keberhasilan yang membanggakan / mendapatkan apa yang diinginkan / kepuasan diri sendiri / merasakan orang di sekitarnya bahagia / melihat keberuntungan dalam genggaman / atau karena dapat mencicipi kasih yang terlukis dari pemandangan di depan mata

Apapun itu, kapanpun itu,
semuanya akan kau rasakan.

Tidak percaya?
Coba nikmati hidupmu dari sekarang.

Jangan melihat yang telah lampau terlalu lama.
Jadikan itu pelajaran untuk hari ini dan seterusnya.
Hari ini adalah ujiannya.
Dan apabila esok kan menjelang, itu berarti adalah berkat Tuhan.

Mungkin kali ini kau termasuk sekumpulan orang yang sedang merasakan pahitnya dunia.
Ketika kau mau terus berjuang dan menikmati (baca:mensyukuri) apa yang telah kau terima kini; maka sebuah kepercayaan untuk sesuatu yang lebih besar harganya/indah rupanya/manis rasanya akan mendekatimu. Dunia tersebut akan terlewati dengan penuh senyuman.

Berjuang tak ada salahnya. Hanya caranya yang mungkin bisa menjerumuskan/menyelamatkan.

Terus bangkit dan bersemangatlah!

Suatu kali, kau akan merasakan rajutan tangan Maha Karya atas dirimu kan terlihat cemerlang dan tak pernah melebihi batasmu.

Tuesday, August 10, 2010

Kehendak-Mu saja

Demi mencari sebuah kedamaian hati
Demi melihat sebuah kebahagiaan sejati yang datang dari Maha Penyayang

Keinginan demi keinginan ingin kuatasi, ingin kukendalikan, ya Bapa
Dengarlah rintihan hati ini

Ketika aku berpuasa
Menahan nafsu mata terhadap makanan yang tak berkenan
Menahan emosi untuk marah
Menahan keinginan untuk bersungut-sungut
Melupakan kebiasaan saat tak mensyukuri apa yang telah kuterima dan terjadi

Ampuni aku, Bapa
Tolonglah aku
Aku tak sekuat batu karang di tengah kuatnya hempasan ombak
Aku hanyalah bunga bakung di padang, yang kecil, yang tak indah
Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat

Namun di tengah semuanya ini, Bapa
Janganlah sekitarnya imanku ikut goyah
Aku akan selalu percaya pada setiap rancangan-Mu
Aku telah mengalami beribu pengalaman bersama-Mu
Dan kali ini pun, aku berharap agar aku bisa melewatinya dengan-Mu saja
Peluklah aku dalam ketenangan kasih-Mu
Naungi aku dari buasnya dunia

Diamlah dalam pikiranku
Dalam hatiku
Dalam hariku
Dalam keluargaku
Dalam lingkunganku

Kumohon

Jadilah seperti yang KAU kehendaki saja

Saturday, August 07, 2010

Benda Apakah Itu

Siapakah yang tidak mau selembar kertas kecil yang diakui oleh negara sebagai nilai tukar yang berharga?

Mengapa sering kali manusia jatuh hanya karena kertas bergambarkan presiden itu?


Mengapa juga pada akhirnya mereka mengkambinghitamkan sebuah benda yang dibuat manusia itu?

Kelalaian manusia dalam mengontrol apa yang telah mereka perbuat dan menjadikan itu sebagai sebuah alasan sebuah kegagalan, sangatlah tidak manusiawi.

Yang telah tercipta seharusnya bisa dikendalikan oleh para penciptanya, para pemegangnya, para pencintanya.

Jangan pada akhirnya selembar kertas yang bernama uang itu menguasai makhluk berakal budi dan sempurna diantara para makhluk yang lainnya.

Dalam hidup ini bukan hanya kertas berharga itu yang penting, tapi sebuah kebahagiaan sejati datang dari dalam diri seseorang yang tulus menikmati semuanya itu dengan berbagi dengan orang lain.


Sunday, August 01, 2010

Lukisan Biru di Hari Baru

Begitu berbatu jalan yang harus kau lewati
Tapi begitu banyak barang berguna yang bisa kau ambil di setiap jalanmu
Kau begitu kaya akan pengalaman
Setiap harimu telah kau isi dengan penuh perjuangan
Dan di tahun yang baru bagimu bukanlah halangan bagi kebahagiaanmu
Semuanya bisa kau rubah menjadi peluang baru untuk yang terbaik
Sukacita akan kemenanganmu kan disaksikan para malaikat
Limpah ruah harta tak bernilai lagi dibanding kesabaran dan keteguhan yang kau tunjukkan
Setetes senyum dari Bapa akan terus menghujani bagian dirimu yang kering
Sepanjang musim, takkan pernah berhenti
Dan kala waktu itu tiba, kau akan melihat permadani hijau telah menjadi alas bagi kakimu
Lukisan penuh keagungan memenuhi seluruh pemandangan matamu
Sebuah maha karya kan menjadi milikmu dan milikNya
Untuk selamanya


Happy birthday, D!

Friday, July 30, 2010

Catatan 'Telak' DeaCrit

Pendar-pendar redup dari lampu jalanan seakan berjuang keras melawan kegelapan malam tak berbintang kini. Jam telah menunjukkan waktu antara malam dan subuh. Aku yang tengah duduk di taman belakang rumah, baru saja sadar akan sesuatu yang hilang dalam karya tanganku.

Semilir angin dingin menampar kecil tubuhku yang berbalutkan sebuah selimut kecil. Pikiranku kembali melayang pada kejadian sore tak terlupakan.

Di tengah keramaian manusia yang mencari ketenaran dengan memakai pakaian minim di tengah tempat berbelanja yang megah ini tak membuatku malu dengan setelan formal yang kupakai. Ya, saat itu aku memang baru saja menghadiri rapat evaluasi sebelum proyek "EL P" dijalankan. Aku hanyalah berperan sebagai wanita pekerja keras yang termasuk dalam tim inti proyek penting ini. Dan di depanku duduk manis seorang wanita manis bermulut pedas. Hmm...

Perbincangan ringan mengalir bersamaan dengan kritikan kritis dari Si Pemegang Paham Idealis. Dari saran untuk pakaian yang kupakai, sampai pada proyek setengah jalan.

"Jadi, kamu yang serakah," kata Dea sambil menyesap Lemon Tea kesukaannya.

Aku tersentak untuk perkataannya kali ini.

"Aku?"

Dia hanya mengangkat bahu acuh tak acuh. "Yeah."

"Menurutmu?" Sedari tadi aku hanya menganggap setiap kritikannya sebagai tambahan dalam 'catatan DeaCrit' di benakku. Tapi kali ini, aku mulai merasa penasaran terhadap tanggapannya mengenai sikapku kali ini.

Dea menatapku lurus. "Kamu egois. Dan kamu tahu itu, tapi kau tak mengindahkannya. Kau tahu seberapa sulitnya pekerjaan ini. Namun kau tak mau berbagi dengan mereka. Kepercayaan itu perlu, Gal!"

Telak!

Aku tertunduk merenung.

Jadi inilah perasaan itu.
Aku harus membangunkan kembali kepercayaan bagi orang-orang di sekitarku. Aku harus bisa melihat wajah-NYA pada setiap muka yang hidup bersamaku. Dengan begitu aku baru bisa merasakan berkat dan anugerah terindah ketika aku menjalankan setiap tugasku.

Aku yang telah buta akan suatu tujuan akhir yang membanggakan, ternyata telah melewatkan seribu senyuman kebanggaan dari orang-orang yang bekerja denganku.

Kata maaf saja takkan cukup untuk menggambarkan penyesalanku. Masa lalu tak bisa diubah.
Hanya sebuah pengharapan akan masa depan yang lebih menjanjikan yang bisa kupegang teguh.

Perubahan itu perlu.
Berbagi dengan mereka juga tak kalah penting.
Percaya adalah dasar dari segalanya.

Wednesday, July 28, 2010

Terbaik bagi ...

Desakan demi desakan untuk menjadi yang "terbaik" terus membanjiri,,
banyak hal yang dipandang "baik" di depan mata mereka dijadikan standar untuk sebuah karakter seseorang,,
pernakah mereka memikirkan kemungkinan lain akan terjadi,,

luka yang tergores akan selalu diingat seumur hidup,,
bahkan mata akan selalu sembab jika mengingatnya,,

begitu banyak yang mereka minta,,
begitu sering mereka memaksa,,
begitu dalam arti "menjadi terbaik" yang mereka tanamkan,,

semuanya itu tak akan pernah lepas dalam dirinya,,

tak bisa dirinya menyalahkan mereka,,
hanya bisa memaksa dirinya terus menjadi "lebih baik",,

terus
terus
dan terus

hingga titik penghabisan,,
ketidakpuasan dan kegagalan yang ditemukan,,

kehancuran,,

mereka dan dirinya telah membunuh aku,,
aku yang telah tinggal di dalam dirinya,,
yang terus menanti untuk ditunjukkan pada dunia,,
mereka telah menelanku,,

kerendah-diriannya telah merusak detik-detik berharga yang telah terlewatkan,,
dan aku,, dengan kesendirianku,, harus berjuang keras membangkitkan dirinya,,
aku akan kembali mengingatkan dirinya untuk "membuat yang terbaik",,
"yang terbaik" bagi dirinya sendiri,,
"yang terbaik" di mata penciptanya,,
bukan "yang terbaik" di mata orang yang miring hatinya.

Thursday, July 22, 2010

Jawaban untuk Hidup

"Untuk hidup butuh belajar
Suatu pembelajaran dapat dimulai ketika kau berani
Keberanian tumbuh dari sebuah pilihan
Pilihan bisa melahirkan berbagai konsekuensi
Setiap konsekuensi harus dipertanggungjawabkan
Pertanggungjawaban yang baik takkan pernah lepas dari sikap terbuka
Ketika seseorang membuka diri, tak lupa rendah hati turut menyertai
Kerendah-hatian membuat kau sadar diri
Kesadaran akan diri sendiri akan membuatmu berbahagia
Bahagia sejati hanya bisa kau temukan ketika kau menanamkan rasa syukur
Rasa syukur beriringan dengan pujian bagi Sang Khalik dan dirimu"

Jadi bisakah disimpulkan bahwa
"untuk hidup harus diiringi dengan pujian bagi Sang Khalik dan dirimu"?
Kau punya jawabannya...

Tuesday, July 20, 2010

Harimu Tanpaku

Hujan turun seharian//Kau yang pergi pun belum kembali//
Berkutipkan AA, aku tak mampu menghitung banyaknya tetesan yang turun sedari tadi/
begitu juga rinduku yang tak terkatakan padamu//
Seberapa banyak cerita yang terlewatkan untukku//
Sejauh mana hidupmu berjalan tanpa kehadiranku//

"Apa kabar?" "Gimana tadi?" "Kenapa kau menangis?" "Tertawakanlah mereka!"/
tak ada lagi kata yang bisa menyaingi semua pengalaman yang telah lampau//
Aku hanya tak tahu apa-apa tentang dirimu lagi//
Kau tak hanya jauh di mata, dirimu pun terasa jauh dariku/
dan aku benci itu!//
Kekuatanku saja tak cukup untuk sandaranmu/

Aku hanya ingin menjadi seperti dulu/kemarin/beberapa tahun lalu/
dengan perkembangan terkini//


Doaku, semoga "suatu hari nanti" kan segera menghampiri kita ^^

Miss u, sista! -DMPH

Monday, July 19, 2010

(I'm) Not Playing With Fire

Kuberlari mengejarmu yang akan pergi jauh
Kutangkap ketika kau hendak menjerumuskan dirimu ke dalam lubang hitam
Kutegur disaat kau membutuhkannya
Kuberikan senyum agar kau tersenyum
Semua kan tulus kuberikan pada sahabat seperjuanganku
Jangan sia-siakan teriakkanku
Jangan hapus komitmenmu
Kau sudah indah tanpa perlu turun tanganku

Namun, mengapa aku seperti mendapat firasat
Kau tak melihat lariku, tapi keringatku
Kau tak memperhatikan tanganku, tapi wajahku
Kau tak mendengar kata-kata teguranku, tapi bibirku
Hanya senyumku

Absurd
Yang tak seharusnya malah dijadikan ujung tombakmu
Kacau
Semua menjadi beda persepsi dan intelejensi

Aku tak bermain dengan api, tapi kau membuatnya seakan begitu adanya
Fatamorgana menutupi kedua matamu
Oasis di tengah padang gurun memang selalu menggiurkan hati yang gersang
Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah, RL!

Tik Tik Hujan

Rintik hujan mendera tanah lapang,
membangkitkan jiwa - menenangkan hati.

Semakin derasnya air mengucur,
tak sampai hasrat ini ingin menghentikannya.

Di mana pun kuberada,
ketika ia hadir,
kedamaian dan pemandangan indah senantiasa menjadi angan mimpi dan buah tidurku.


Mereka berlari; Mereka menepi; Mereka merapat pada pelukan sang kekasih; Mereka bersembunyi di balik hangatnya selimut kamar.

Bertemankan alunan musik alam.

Aktivitas melambat.

Keinginan menikmati tiap tetesannya telah menghanyutkan segala beban.

Tunggulah hingga pelangi muncul dengan semu kemalu-maluannya,
maka semua akan berakhir menakjubkan
(hope so)

Sunday, July 18, 2010

Kebisuan dalam Bibir

Seribu kata telah kurangkai dalam pikiranku
Tapi lidah tak bertulang pun tak sanggup mengungkapkannya
Begitu banyak pertanyaan dan pernyataan bagimu
Sesak bila semua tak terungkap sekarang

Keinginan selalu hadir dalam indahnya sebuah harapan
Rakitan diri tak lagi menjadi milik pribadi
Berbagi bukanlah semudah tujuh huruf hitam di atas polosnya kertas

Keinginan untuk selalu berubah menjadi lebih baik selalu ada
Namun selalu ada juga perbedaan dasar bagi sebuah arti "baik"

Mudahkah kau mengungkapkan maksud hati yang berbicara ini?

Maafkanlah bila hanya kebisuan yang datang dari bibirku

Tuesday, July 13, 2010

Hidupmu Indah pada Waktu-Nya

Bagaimanakah harimu?
Penuh sukacita?
Penuh kesukaran?
Penuh kebimbangan?

Mengapa kau menangisi dan bersungut-sungut akan setiap detik yang kau lewatkan?
Sesulit itukah rintangan hidup yang harus kau lompati?
Sudah berapa kalikah kau terjatuh sampai berdarah?

Kini, mengapa kau masih bersedih dan menyesali akan hidupmu?
Kau tahu, namun kau tak mau percaya.
Kau mengerti, namun kau tak mau menyerahkan semuanya kepada DIA.
Kau sudah mengalaminya, namun kau tak mau mengoreksi.

Mengapa harus menilai diri terlalu rendah?
Kau besar.
Kau hebat.
Kau tegar.

Setiap kali kau tersandung,
kau bisa bangkit kembali.
Kekuatan dan dukungan untukmu selalu hadir di saat yang tepat.
Di saat semua memberikan suara untukmu,
ubahlah semuanya itu menjadi indah.
Kau bisa!

Dan untuk apa yang telah kau alami;
Bersyukurlah!

Masih banyak di antara mereka yang mengejar sebuah kebahagiaan, walau hanya secuil.
Mereka terus berjuang untuk menjadi sesuatu.
Mengapa kita juga tidak mengubah diri kita menjadi suatu hal yang positif?

Berjuanglah kau, wahai remaja labil!

Monday, July 12, 2010

3 Hari 2 Malam untuk Selamanya

Kedinginan; Menahan datangnya sakit; Kekecewaan;
Berunding untuk yang terbaik; Memberikan semangat bagi yang kehilangan;
Memimpin; Melindungi;
Menegur dan ditegur;
Refleksi diri; Evaluasi hidup; Menambah pengalaman;
Senang berkali lipat; Malu bersemu;
Menikmati berkat; Memberikan syukur;
Ketakutan menanjak; Keinginan untuk mengakhiri;
Serunya kebersamaan; Indahnya persahabatan baru;
Bentuk anugerah cinta yang terbentuk secara alamiah;
Tronton mendebarkan dan penuh semangat juang;
Uniknya "Sop Utan"; Enaknya "Ulat Bulu Goreng";
Teringat akan "Kita diciptakan oleh Dia dan untuk Dia";
"Tau Diri" bisa dijadikan konsep karakter yang baik;
"Mengelola, menguasai, dan memelihara" akan selalu terngiang;
Berkonsep "Harmoni Alam" dan "Bersahabat dengan Alam";
Bahkan tak lupa tema "Save The Earth and Save Your Life to God";
dan ikrar "Say no to trash, no to racism, and to be positive" terucap;
Kelompok Zakeus, Eden, dan Wahyu menjadi kelompok terpilih;

Semuanya menjadi satu dalam kehidupan bersama Panitia Bible Camp 2010, Pengurus BPK PT GPIB Yahya, Teruna GPIB Yahya, dan calon teruna baru di Cilembeur 9-11 Juli 2010 lalu.
So,
Bible Camp BPK PT GPIB Yahya 2010 just ended!
Thank's Lord!

Langit Semalam

Langit tak pernah hadir dalam mimpi
hanya senyum
hanya tatapan
hanya sepenggal kata

Langit tak memiliki nilai yang indah
namun tingkah
namun akal
namun hati

Langit memang cukup menarik
Langit memiliki daya tersebut

Ketika malam datang, ia memang bisa menghanyutkan bulan
Namun ketika siang, ia bisa mengalikan cahaya matahari dengan begitu indahnya

Kali ini mungkin aku hanya bermimpi
Pertama dan terakhir kalinya

Saturday, June 12, 2010

Jangan Sebut Aku

Tiinnn.... Tiinnn....
klakson mobil yang berlomba menghindari macet;
tak hentinya-hentinya berteriak.

Tiinn... Tongg...
bunyi bel rumah mewah pun;
tak habisnya membangunkan seisi orang di dalam rumah.

Ting-ting-ting-ting
Lonceng sekolah berbisik cempreng;
memaksa siswa-siswi berbaris depan kelas.

Bising.
Tak ada hentinya.
Berulang kali.

Setiap mendengar namamu;
jantung hatiku memompa ratusan kali lebih cepat;
telingaku menjadi tajam setajam silet kecil;
mataku memburu tak tentu arah.

Kenapa? Aku?

Buatlah bunyi-bunyian yang lain,
tapi jangan pernah menyebut namaku.
Kali ini.

Matahari itu

Tak banyak yang bisa kulakukan
Aku hanya satu
Pikiranku sendiri pun
sudah tak dapat kubendung lagi

Aku ingin
tapi aku tak mampu

Mentari pagi itu menjadi lambang kekuatanku
Salam hangatnya menjanjikan langkah teguh

Seiring detik berlalu,
Persoalanku dan kegundahanku terjawab

Suka
Duka
Kecewa
Sukacita

Rasa syukur

Terima kasih bagi Matahariku
Kekuatanku hanya berasal dari pada-Mu
Dan hanya bagi-Mu semua syukurku

Thursday, June 10, 2010

Kutipan untuk Mengambil Keputusan

"Hati-hatilah dalam membuat kesepakatan dengannya dan simak kata-katanya baik-baik,
sebab dia menyampaikan lebih sedikit daripada yang dimaksudnya dan
menyembunyikan lebih banyak daripada yang diungkapkannya."
Kutipan Roland untuk David dalam menghadapi si Lelaki Bungkuk.

John Connolly
-THE BOOK OF THE LOST THINGS-

Bagaimanakah dengan para politisi Indonesia? Sudahkah mereka sadar akan kedudukan mereka?
Atau bagaimanakah dengan para pemangku kekuasaan sekarang?
Janganlah tergoda dengan kekuasaan dan kekayaan semata. Namun bukalah mata.
Tidak semua yang terlihat indah, akan seindah yang terlihat.

Tuesday, June 08, 2010

Terang Sehabis Gelap

Pernakah kau merasakan apa yang kurasa?
Di kala hujan deras menerpa malam gelap,
kau harus segera mencari selimut tebal bututmu dan menggunakan pakaian berlapis-lapis.
Dan di saat gigimu gemetar hingga menggelutuk tak henti, akhirnya kau pasrah tertidur membekap dirimu sendiri.
Pagi pun datang.
Kau berjalan keluar rumah dan merasakan sinar hangat menyentuhmu.
Angin sisa dingin malam menyambutmu dengan senyum gembira.
Kau seperti telah bebas merdeka.
Tak ada lagi malam yang akan menyiksamu.
Tidak juga guntur yang hanya menghantui setiap mimpi malammu.
Namun kau harus setia melewati itu,
jika kau mau melihat warna-warni dua pelangi yang bertengger di hari yang baru. :)

Sunday, June 06, 2010

Fokus pada Satu Tujuan

Tidaklah kau melihat pada siapa orangnya, namun layanilah mereka tanpa membeda-bedakan.
Tolonglah mereka dalam setiap keluh kesahnya.
Tegurlah mereka dalam jalannya yang menyimpang, agar kalian saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
Ampunilah kesalahannya, maka kau akan diampunkan Bapa.

Bekerjalah di ladang-Nya karena hanya itu tujuan hidupmu satu-satunya yang akan mendatangkan kebahagiaan abadi.
Jangan mengejar popularitas, kekayaan, kedudukan, bahkan sukacita semu.
Karena itu semua akan turut hilang ditelan waktu.
Tapi kejarlah kehendak Bapa, maka kekayaan, kedudukan, kesuksesan akan mengikutimu.
Berjuanglah pada satu fokus kehidupan yang baik dan kekal!

Inspired by: Secret, 3 Idiots

Sunday, May 30, 2010

Kemanakah Mentari

Kemelut dunia semakin menggelapkan mata dan hati
Semakin berlari, semakin hilang terang itu
Bulan memang indah, tapi tidak dari dekat
Ia bukan bintang yang bersinar dengan sendirinya
Cahayanya tidak seindah bintang sejati
Hanya kecilnya bintang yang senantiasa bercahaya tak kenal waktu
Namun kemanakah manusia mencari?
Kabut makin menutupi mata hati mereka
Sekedar membedakan cahaya sejati pun sulit
Bagaimanakah mereka bisa mendapatkan matahari?

Thursday, May 27, 2010

The Fruit of

The fruit of silence is prayer,
The fruit of prayer is faith,
The fruit of faith is love,
The fruit of love is service,
The fruit of service is peace.
—Mother Teresa of Calcutta

Ketika kita berdoa,
maka
kepercayaan diri, kasih,
sukacita pelayanan, dan kedamaian
akan menjadi milik kita.

Wednesday, May 26, 2010

Used To Be

Isakan sakit hatimu menggema sampai ke relung hatiku
Rintihan pilumu seakan menolak dunia menolongmu
Apakah yang perlu kau tangisi sampai begitu?
Seberapa kuatkah aku mengalihkan luka itu?

...
Tak perlu kau ragu
Aku saja percaya bahwa kita mampu

Jangan lagi kau merasa sendiri
Kesendirian itu bisa menyuguhkan kedamaian semu
Aku ada dan nyata adanya di hadapanmu

Berbagilah denganku
Aku kan mengukir senyum di wajahmu
Itulah gunanya seorang aku

Saturday, May 22, 2010

Menang atas Kekalahan

FWD[milisPA]: SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa.
Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat
ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Tiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo
NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama.
Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.

Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang
berkumpul untuk penil ai an akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan,
percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya.

Kenapa Tuhan?

Kenapa bukan aku?

Bagian diriku yang mana yang kurang?

Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan
menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup.

Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.


Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Apabila Tuhan mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA.
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK.
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak- NYA.

First Page in First Novel

Hari demi hari kuhitung mundur. Cukup untuk tiga hari ke depan maka semua rasa ini akan berakhir.

Semenjak kejadian itu, maka tiga hari kemudian adalah surga yang kunantikan.

Neraka kapuk semakin menyadarkanku betapa bahagianya mereka yang memiliki tubuh sehat. Pasti setiap hari tempat empuk ini akan menjadi sasaran terutama untuk melarikan diri dari puncak kelelahan.

Badan lebam di mana-mana. Kepala masih meninggalkan sisa-sisa trauma dan benjolan. Untuk tidur pun aku harus memikirkan posisi yang tepat berulang kali. Salah sedikit, maka teriakanku bisa membuncah ruangan berwarna serba lembut ini.

Di hari pertama, “anakku” sudah datang menjenguk. Mereka datang bersamaan sepulang dari kampus. Dan beberapa yang bolos kelas. Pastinya kamar kecil ini menjadi penuh sesak dengan kehebohan Lydia, Tara, Poni, dan Bobo, begitu panggilannya.

Mereka sendiri selalu menyapaku dengan sebutan “Mami”. Alasannya beragam. Karena aku lebih tua setahun dari mereka. Karena gaya feminimku. Karena aku bisa menjadi “tempat sampah” mereka. Juga, mungkin karena wajahku bukan seperti perempuan 22 tahun. Terserahlah. Mungkin semuanya benar.

Itulah aku.

Dan ceritaku baru saja dimulai.

“Tidak apa-apa,” jawabnya tenang. “Sejauh mana ingatanmu stuck?"

“Sampai aku membuka mataku lagi di kamar ini,” suaraku mengambang.

Aku melirik opung. Kini ia hanya sendirian di depan pintu. Erik telah keluar kamar. Mungkin ia tidak mau ikut campur masalah yang bukan urusannya.

“Dok, aku tidak tahu siapa yang menolongku? Yang membawaku ke rumah ini. Tak ada yang tahu. Opung juga tidak melihatku.” Aku pasrah. “Mungkin hanya Tuhan dan para malaikat yang tahu.”

“Memang itu sering terjadi.” Pria agak gemuk itu menjawab dengan sangat tenang. Seakan tak terjadi sesuatu yang penting.

“Kamu terkena geger otak ringan. Kejadian tadi pagi cukup membuat kamu terguncang. Jadi kemungkinan otakmu masih belum mau membuka lagi ingatan akan pagi itu. Tapi, suatu hari kamu pasti akan mengingatnya kembali. Setelah tubuhmu tidak menolak lagi kenyataan yang sebenarnya telah terjadi.”

“Baik, Dok.”

“Sekarang yang penting kamu harus memulihkan lagi keadaanmu dan terus minum obat yang sudah saya berikan, ya.” Dokter Daniel menyarankan.

“Baik, Dok.” Hanya itu kata yang bisa kuucapkan.

“Oke. Kembalilah beristirahat lagi. Malam juga sudah larut, sebaiknya saya dan teman saya pulang. Cepat sembuh ya, Victoria. Dan salam buat ayah, juga ibumu nanti.” Ia berkata sambil berdiri dan menghampiri opung di pintu kamar.

“Terima kasih ya, Dokter.” Hatiku luluh setiap mendengar ada orang yang perhatian pada ibuku juga.

Opung dan dokter bernama Daniel itu keluar. Tak lama, sebelum pintu kamarku ditutup opung, muncul wajah malaikat lagi.

“Cepat sembuh Victoria.”

Hanya sekilas. Tapi wajahnya mampu membuatku demam mendadak. Rasanya aku ingin berteriak memintanya mengucapkannya beribu-ribu kali. Itu kalimat sakti yang mampu membuatku lupa bahwa rasa sakit di tempat tidur ini seperti neraka.


Itulah sekilas pembuka dari novel perdana karya Christina Toar berkat asahan Masri Sareb Putra, selaku dosen Creative Writing, Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Hasil karya mahasiswa sempat dipamerkan di kampus tercinta pada menjelang akhir 2009 lalu. Ingin tahu cerita lebih selengkapnya? Atau bagaimana perjuangan seorang Victoria dalam kisah berjudul "Deja-VJ" ini? Nantikan!

Friday, May 14, 2010

Harapan Kecil Si Bakung


Ladang semakin gersang.
Di tengah cuaca yang tak menentu;
Sistem yang bobrok;
Benih-benih yang tak berdosa;
Kini semua mulai tercemar.

Jika mereka diberikan mulut;
Akankah mereka memaki kasar si Petani?
Ataukah mereka akan mengutuki alam yang telah menjadi tempat mereka berkembang?
Adakah sukacita, jika mereka berteriak-teriak meminta agar diperlakukan sesuai dengan kenyamanan mereka saja?

Oh... Maha Pengasih...
Mampukanlah, jua berilah hikmat, bagi petani dalam mengolah ladang yang kau percayakan.
Petani juga memiliki kekurangan dan kelebihannya;
Tapi bukakanlah jalan keadilan itu.

Itulah harapanku.

Salam dari,
Si Bunga Bakung yang tak berharga.

Duniaku

pergilah..
kerjakanlah segala sesuatumu sendiri
tutuplah pintu-pintu itu
kalau perlu bantinglah..

apalah arti semuanya ini
semua cerita hanya tentang aku
aku, dan hanya diriku

bersukalah
tak perlu pikirkan kesusahan itu
tak usah lagi kau berusaha berkasih-kasihan
terlalu banyak
terlalu dalam

semuanya kan kutanggung
kan kutunjukkan jalannya dengan caraku sendiri

semangatku kembalilah kepadaku
kekuatanku teruslah berada di sampingku
hanya kalian yang mampu menghapus air mata ini
bersama kalian ketenangan itu kembali
takkan tergantikan
hanya aku seorang

Tuesday, May 11, 2010

Bad Gravity

Kebas rasa ini
Menghilanglah kau
Kau telah menyesakkan setiap hariku
Tak ada lagi yang bisa kubagi tentang dirimu
Egomu telah menghancurkan dunia ini
Detik ini terasa berhenti untuk selamanya

Aku jatuh
Terhanyut olehmu

Kau mengekang setiap langkahku
Aku hanya ingin bebas
Aku hanya ingin bahagia
Aku hanya ingin hidup tanpamu

Sunday, May 09, 2010

Curhatku, Bu

FoR Mother's international day

Tak ternilai semua yang telah kau berikan//takkan tergantikan rasamu dengan perhatianku.
Kaulah pejuang sejati!
Kau menakjubkan,
kesetiaanmu patut mendapatkan segala yang terindah di dunia. Hanya melihatmu tersenyum,,maka duniaku yang dingin kan menjadi hangat.. Didikanmu membuatku sekuat hari ini.. Nilai-nilaimu menjadi bagian dari diriku juga..

Mampukah aku melihatmu bangga akan segala buah yang telah kuhasilkan??
Adakah sukacita di hatimu ketika kau mengawasiku dari setiap keseharianku??
Seberapa seringkah hatimu terluka oleh kekejaman lidahku??

Maafkanlah itu,,tetaplah berbahagia ibu,,tuntunlah anakmu,,kuatkan semangatmu..
Hari penuh kegembiraan kan menanti suatu hari nanti..
Dan 'kan kubuktikan aku bisa!

Wednesday, May 05, 2010

Back to U

Bagi mereka yang tetap setia, atau mau berbalik;
hukuman pasti akan diakhiri.
Penderitaan pasti segera berakhir;
Kesedihan pasti segera berhenti;
Air mata pasti segera dihapus-Nya.
Badai kan pasti berlalu.
~U = My Big JC

Sunday, May 02, 2010

Hidup itu Belajar

Belajarlah pada kehidupan,
Dari sana kau akan mendapatkan pelajaran,
yang bahkan lebih berharga dari sebuah pengetahuan semata.
Kembangkan sayap kreasimu.
Bangunlah karaktermu.
Dan berterimakasihlah pada hidup.

Selamat
Hari Pendidikan Nasional!
-2 Mei

Saturday, May 01, 2010

Hari Buruh Sedunia

May Day
~mereka harus dihargai, tanpa mereka, ada ruang kosong
~mereka patut diacungi jempol, perjuangan hidup mereka besar
~mereka pun salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang tak terungkap
~mereka, para buruh, berbanggalah
~kalian juga memiliki hak atas negara
~pakailah kebebasanmu dengan lebih bertanggung jawab dan bangunlah negara ini

Sebaliknya

Pesan dari Bintang - Sitta Karina

I think this is one of the best quotes that i loved.. >,<

"On Contrary"
I want to cry,
But, instead I laugh.
I want to taint the rose
Absurdly, I cherish
its beauty.
I want to turn my back
on you,
On contrary,
I run to your warmnth.

Thursday, April 29, 2010

Potret Sore


Senja turun perlahan melatari tempatmu duduk.
Berdesakan di tengah bis yang melaju perlahan,
kau membuat duniamu sendiri.
Potret yang indah ketika mereka melirik iri akan kenyamanan yang kau hadirkan.
Musik kesukaanmu senantiasa mendampingimu, memenuhi kedua telingamu.
Tak ketinggalan,
novel fantasi tentang "Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh" terbuka elegan di antara jenjang jemarimu.
Namun apakah yang kini kau sedihkan? Kau pikirkan?
Sekedar perjuangan Ksatria yang tak sampai menyentuh Si Putri?
Atau alunan ketegaran "Happy" semata?
Ataukah di balik semua dramamu itu sendiri, kau masih menyimpan dunia lainnya?
(sandarkanlah suara tertahan itu pada pundak surgaku)

Wednesday, April 28, 2010

Rahasia Kecil Kebahagian

Kutipan J. Donal Walters

Kebahagiaan adalah sekarang!
Bukan besok, bukan pula kemarin.
Kebahagiaan seperti eloknya fajar menyingsing:
Yang kemarin tak akan datang lagi,
yang esok belum lagi terkuak.

Berbahagia pada saat ini
dan Anda akan tahu
bagaimana caranya agar
senantiasa berbahagia.

Tuesday, April 27, 2010

Kisah Sakitku

Sebuah kisah:*

Waktu kecil/
tanganku pernah terluka karena buku//
Buku gambar itu dibeli pengasuhku dari pasar//
Buku gambar yang cantik dengan gambar burung biru//
Tidak sesakit waktu terluka kena/
pisau atau terjepit pintu/
tetapi aku kaget karena/
terluka oleh kertas//
Berdarah//Hanya itu saja aku merasa sakit//
Dan luka yang tipis dan tajam itu/
cukup lama//Setiap kali/
aku melihatnya/aku ingat hal itu//
Sakit//
Luka yang terabaikan kalau tidak dilihat/
terus teringat karena tertanam dalam benakku/
sampai daging baru mengisi luka//
Sakit//
Jelas sakit//Sampai menyadarkan batas/
antara mimpi dan kenyataan//
Sampai bisa mengetahui pedang yang disembunyikan/
dengan syaraf yang tumpul//
Setetes darah//Tidak membuat/
tanah menjadi merah//
Tidak timbul perubahan apapun juga//
Apakah ini mimpi?//
Apakah aku terluka parah/
dalam mimpi buruk?//
Sakit//
Tapi/tidak bisa/
kutemukan luka//
Meski tak bisa//
Kutemukan/air mataku/
tak berhenti//

*Kutipan komik June

Aku dan Ke-aku-anku

AKU
Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi


Penulis patut diacungi jempol untuk ke'aku'annya.
Ia memiliki semangat juang yang tinggi.
Dikala semua penderitaan dan perjuangan harus ia hadapi, maka ia tak mau seorang pun terlarut dan mengasihani hal yang tak seharusnya.
Penulis yakin bahwa dirinya kuat.
Ia takkan kalah hanya dengan cobaan yang dihadapinya sekarang.
Karena waktunya belum tiba dan masih banyak yang harus ia kerjakan.

Sunday, April 25, 2010

Serial Hidup

Pokok kebenaran sedang dilanda angin k'ras
Jerih payah berjuang tuk berdiri di atas satu tumpuan
mulai goyah

Rapuh
(terganti)
Kokoh

Berbahagialah mereka yang hidupnya berada dalam kebenaran senantiasa
Pun, bersuka ria kita yang berada dalam ujian ini
Lihatlah pada buahnya nanti
Masih ada pengharapan dari Sang Maha Penghibur
Dialah sumber air hidup yang benar
Hanya dialah