Google+ Followers

Pages

Saturday, June 12, 2010

Jangan Sebut Aku

Tiinnn.... Tiinnn....
klakson mobil yang berlomba menghindari macet;
tak hentinya-hentinya berteriak.

Tiinn... Tongg...
bunyi bel rumah mewah pun;
tak habisnya membangunkan seisi orang di dalam rumah.

Ting-ting-ting-ting
Lonceng sekolah berbisik cempreng;
memaksa siswa-siswi berbaris depan kelas.

Bising.
Tak ada hentinya.
Berulang kali.

Setiap mendengar namamu;
jantung hatiku memompa ratusan kali lebih cepat;
telingaku menjadi tajam setajam silet kecil;
mataku memburu tak tentu arah.

Kenapa? Aku?

Buatlah bunyi-bunyian yang lain,
tapi jangan pernah menyebut namaku.
Kali ini.

Matahari itu

Tak banyak yang bisa kulakukan
Aku hanya satu
Pikiranku sendiri pun
sudah tak dapat kubendung lagi

Aku ingin
tapi aku tak mampu

Mentari pagi itu menjadi lambang kekuatanku
Salam hangatnya menjanjikan langkah teguh

Seiring detik berlalu,
Persoalanku dan kegundahanku terjawab

Suka
Duka
Kecewa
Sukacita

Rasa syukur

Terima kasih bagi Matahariku
Kekuatanku hanya berasal dari pada-Mu
Dan hanya bagi-Mu semua syukurku

Thursday, June 10, 2010

Kutipan untuk Mengambil Keputusan

"Hati-hatilah dalam membuat kesepakatan dengannya dan simak kata-katanya baik-baik,
sebab dia menyampaikan lebih sedikit daripada yang dimaksudnya dan
menyembunyikan lebih banyak daripada yang diungkapkannya."
Kutipan Roland untuk David dalam menghadapi si Lelaki Bungkuk.

John Connolly
-THE BOOK OF THE LOST THINGS-

Bagaimanakah dengan para politisi Indonesia? Sudahkah mereka sadar akan kedudukan mereka?
Atau bagaimanakah dengan para pemangku kekuasaan sekarang?
Janganlah tergoda dengan kekuasaan dan kekayaan semata. Namun bukalah mata.
Tidak semua yang terlihat indah, akan seindah yang terlihat.

Tuesday, June 08, 2010

Terang Sehabis Gelap

Pernakah kau merasakan apa yang kurasa?
Di kala hujan deras menerpa malam gelap,
kau harus segera mencari selimut tebal bututmu dan menggunakan pakaian berlapis-lapis.
Dan di saat gigimu gemetar hingga menggelutuk tak henti, akhirnya kau pasrah tertidur membekap dirimu sendiri.
Pagi pun datang.
Kau berjalan keluar rumah dan merasakan sinar hangat menyentuhmu.
Angin sisa dingin malam menyambutmu dengan senyum gembira.
Kau seperti telah bebas merdeka.
Tak ada lagi malam yang akan menyiksamu.
Tidak juga guntur yang hanya menghantui setiap mimpi malammu.
Namun kau harus setia melewati itu,
jika kau mau melihat warna-warni dua pelangi yang bertengger di hari yang baru. :)

Sunday, June 06, 2010

Fokus pada Satu Tujuan

Tidaklah kau melihat pada siapa orangnya, namun layanilah mereka tanpa membeda-bedakan.
Tolonglah mereka dalam setiap keluh kesahnya.
Tegurlah mereka dalam jalannya yang menyimpang, agar kalian saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
Ampunilah kesalahannya, maka kau akan diampunkan Bapa.

Bekerjalah di ladang-Nya karena hanya itu tujuan hidupmu satu-satunya yang akan mendatangkan kebahagiaan abadi.
Jangan mengejar popularitas, kekayaan, kedudukan, bahkan sukacita semu.
Karena itu semua akan turut hilang ditelan waktu.
Tapi kejarlah kehendak Bapa, maka kekayaan, kedudukan, kesuksesan akan mengikutimu.
Berjuanglah pada satu fokus kehidupan yang baik dan kekal!

Inspired by: Secret, 3 Idiots