Google+ Followers

Pages

Sunday, August 22, 2010

Lelah untuk Terus Begini

Kepercayaanku dicobai oleh mereka yang menghimpitku
Senyuman serigala berkerudung domba terus membayangi mimpiku di siang hari
Suara kepasrahan dan keputusasaan membebaniku di sisi lain

"Mengapa sampai orang yang kusayangi pun menuntunku tuk mengambil keputusan bodoh dan menjijikan hanya karena mereka yang memegang 'kuasa senyuman' terus menekan?"

Sakit hati
Batu pegangan yang selama ini kujadikan tumpuan digoncangkan oleh tanah yang sedari tadi kupijak

Lucu sekali

Ironis tatkala sebuah kenyataan

Mereka tidak tahu tentang aku
Mereka tak mau tahu tentangnya
Mereka berlaku seakan semuanya wajar

Kebobrokan berada di depan mataku
Aku, dengan seorang aku, tak bisa memalingkan wajah lagi
Dan semua yang tengah terjadi semakin membuatku mual

Terlalu banyak dan terlalu sering kejadian itu berulang
Siang bukan lagi menjadi tempat teraman untukku menutup mata sejenak
Dan malam selalu mengiringi setiap tangisku

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat
Tapi bukan aku namanya kalau aku akan terus diam dan menerimanya
Ingatlah suatu hari itu pasti akan tiba
Dan aku percaya, di dalam lemahnya seorang aku, terdapat kebesaran kekuatan untuk melawanmu

Inilah salam dariku bagi mereka
- yang telah mengancamku dan semua yang mengalami hal yang sama sepertiku
"Aku akan bangkit dan mempertunjukkannya pada kalian"

Namun...
Di samping segala untaian kata ini, inilah aku
dan perasaan lelahku
Terimalah

Tuesday, August 17, 2010

Merah Putih - Itu Kita


Di saat Indonesia merdeka,
terdapat ribuan senyum bangga terpancar dari pemuda pemudi rakyat 1945
Rasa puas akan kebebasan itu
Rasa kebersamaan yang tercipta oleh karena itu
Rasa persatuan akan indahnya perjuangan itu sendiri
Semuanya menyatu dalam warna-warni kemerdekaan Republik Indonesia
65 tahun telah berlalu dari masa-masa perjuangan
Dan semangat mengusir penjajah semakin lekang
Bangsa pemicu kemerdekaan telah kabur terbirit-birit
Kini hanya tinggal Indonesia dan rakyatnya yang memiliki ratusan pilihan

Rasa syukur akan datangnya hari merdeka patut dilestarikan penerus
Begitu banyak tumpah darah dan cucuran keringat di masa-masa silam
Maka demikianlah seharusnya kelakuan pelakon generasinya sekarang
Tak hanya itu,
Penghargaan bagi mereka yang telah berjuang keras demi bangsa hendaklah diberi tanda jasa pahlawan

Lestarikan negeri dapat berdampak pada keutuhan bumi!

Itulah kita! Bangsa yang besar! Negeri terkaya! Tanah air tercinta!
Pendukungmu inilah!

Abdikan diri bagi negeri Merah Putih dan bangunkan kembali para pemerintah yang terlelap
Seyogianya, keharuman Merah Putih kan tercium manis!

Foto dari detik.com; kompas.com; dst ^^

Thursday, August 12, 2010

Kali Ini dan Kali Nanti

Saat ini mungkin kau sedang menangis,
merenungi kejadian yang baru saja berlalu / kegagalan yang menyesakkan dada / ketidakberuntungan yang kau terima / penyesalan hidup yang mendalam / luka akibat sakit hati / ditinggal seseorang untuk selamanya / kemarahan yang tak tersampaikan / harga diri yang diinjak-injak / atau mungkin hanya karena sebuah tangisan bombai semata untuk meminta belas kasihan

Tapi coba lihat mereka yang berada di belahan dunia lainnya

Kau melihat mereka sedang tersenyum, tertawa, bahagia,
merasakan indahnya jatuh cinta / memahami manisnya kerja keras / merasakan keberhasilan yang membanggakan / mendapatkan apa yang diinginkan / kepuasan diri sendiri / merasakan orang di sekitarnya bahagia / melihat keberuntungan dalam genggaman / atau karena dapat mencicipi kasih yang terlukis dari pemandangan di depan mata

Apapun itu, kapanpun itu,
semuanya akan kau rasakan.

Tidak percaya?
Coba nikmati hidupmu dari sekarang.

Jangan melihat yang telah lampau terlalu lama.
Jadikan itu pelajaran untuk hari ini dan seterusnya.
Hari ini adalah ujiannya.
Dan apabila esok kan menjelang, itu berarti adalah berkat Tuhan.

Mungkin kali ini kau termasuk sekumpulan orang yang sedang merasakan pahitnya dunia.
Ketika kau mau terus berjuang dan menikmati (baca:mensyukuri) apa yang telah kau terima kini; maka sebuah kepercayaan untuk sesuatu yang lebih besar harganya/indah rupanya/manis rasanya akan mendekatimu. Dunia tersebut akan terlewati dengan penuh senyuman.

Berjuang tak ada salahnya. Hanya caranya yang mungkin bisa menjerumuskan/menyelamatkan.

Terus bangkit dan bersemangatlah!

Suatu kali, kau akan merasakan rajutan tangan Maha Karya atas dirimu kan terlihat cemerlang dan tak pernah melebihi batasmu.

Tuesday, August 10, 2010

Kehendak-Mu saja

Demi mencari sebuah kedamaian hati
Demi melihat sebuah kebahagiaan sejati yang datang dari Maha Penyayang

Keinginan demi keinginan ingin kuatasi, ingin kukendalikan, ya Bapa
Dengarlah rintihan hati ini

Ketika aku berpuasa
Menahan nafsu mata terhadap makanan yang tak berkenan
Menahan emosi untuk marah
Menahan keinginan untuk bersungut-sungut
Melupakan kebiasaan saat tak mensyukuri apa yang telah kuterima dan terjadi

Ampuni aku, Bapa
Tolonglah aku
Aku tak sekuat batu karang di tengah kuatnya hempasan ombak
Aku hanyalah bunga bakung di padang, yang kecil, yang tak indah
Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat

Namun di tengah semuanya ini, Bapa
Janganlah sekitarnya imanku ikut goyah
Aku akan selalu percaya pada setiap rancangan-Mu
Aku telah mengalami beribu pengalaman bersama-Mu
Dan kali ini pun, aku berharap agar aku bisa melewatinya dengan-Mu saja
Peluklah aku dalam ketenangan kasih-Mu
Naungi aku dari buasnya dunia

Diamlah dalam pikiranku
Dalam hatiku
Dalam hariku
Dalam keluargaku
Dalam lingkunganku

Kumohon

Jadilah seperti yang KAU kehendaki saja

Saturday, August 07, 2010

Benda Apakah Itu

Siapakah yang tidak mau selembar kertas kecil yang diakui oleh negara sebagai nilai tukar yang berharga?

Mengapa sering kali manusia jatuh hanya karena kertas bergambarkan presiden itu?


Mengapa juga pada akhirnya mereka mengkambinghitamkan sebuah benda yang dibuat manusia itu?

Kelalaian manusia dalam mengontrol apa yang telah mereka perbuat dan menjadikan itu sebagai sebuah alasan sebuah kegagalan, sangatlah tidak manusiawi.

Yang telah tercipta seharusnya bisa dikendalikan oleh para penciptanya, para pemegangnya, para pencintanya.

Jangan pada akhirnya selembar kertas yang bernama uang itu menguasai makhluk berakal budi dan sempurna diantara para makhluk yang lainnya.

Dalam hidup ini bukan hanya kertas berharga itu yang penting, tapi sebuah kebahagiaan sejati datang dari dalam diri seseorang yang tulus menikmati semuanya itu dengan berbagi dengan orang lain.


Sunday, August 01, 2010

Lukisan Biru di Hari Baru

Begitu berbatu jalan yang harus kau lewati
Tapi begitu banyak barang berguna yang bisa kau ambil di setiap jalanmu
Kau begitu kaya akan pengalaman
Setiap harimu telah kau isi dengan penuh perjuangan
Dan di tahun yang baru bagimu bukanlah halangan bagi kebahagiaanmu
Semuanya bisa kau rubah menjadi peluang baru untuk yang terbaik
Sukacita akan kemenanganmu kan disaksikan para malaikat
Limpah ruah harta tak bernilai lagi dibanding kesabaran dan keteguhan yang kau tunjukkan
Setetes senyum dari Bapa akan terus menghujani bagian dirimu yang kering
Sepanjang musim, takkan pernah berhenti
Dan kala waktu itu tiba, kau akan melihat permadani hijau telah menjadi alas bagi kakimu
Lukisan penuh keagungan memenuhi seluruh pemandangan matamu
Sebuah maha karya kan menjadi milikmu dan milikNya
Untuk selamanya


Happy birthday, D!