Google+ Followers

Pages

Friday, July 30, 2010

Catatan 'Telak' DeaCrit

Pendar-pendar redup dari lampu jalanan seakan berjuang keras melawan kegelapan malam tak berbintang kini. Jam telah menunjukkan waktu antara malam dan subuh. Aku yang tengah duduk di taman belakang rumah, baru saja sadar akan sesuatu yang hilang dalam karya tanganku.

Semilir angin dingin menampar kecil tubuhku yang berbalutkan sebuah selimut kecil. Pikiranku kembali melayang pada kejadian sore tak terlupakan.

Di tengah keramaian manusia yang mencari ketenaran dengan memakai pakaian minim di tengah tempat berbelanja yang megah ini tak membuatku malu dengan setelan formal yang kupakai. Ya, saat itu aku memang baru saja menghadiri rapat evaluasi sebelum proyek "EL P" dijalankan. Aku hanyalah berperan sebagai wanita pekerja keras yang termasuk dalam tim inti proyek penting ini. Dan di depanku duduk manis seorang wanita manis bermulut pedas. Hmm...

Perbincangan ringan mengalir bersamaan dengan kritikan kritis dari Si Pemegang Paham Idealis. Dari saran untuk pakaian yang kupakai, sampai pada proyek setengah jalan.

"Jadi, kamu yang serakah," kata Dea sambil menyesap Lemon Tea kesukaannya.

Aku tersentak untuk perkataannya kali ini.

"Aku?"

Dia hanya mengangkat bahu acuh tak acuh. "Yeah."

"Menurutmu?" Sedari tadi aku hanya menganggap setiap kritikannya sebagai tambahan dalam 'catatan DeaCrit' di benakku. Tapi kali ini, aku mulai merasa penasaran terhadap tanggapannya mengenai sikapku kali ini.

Dea menatapku lurus. "Kamu egois. Dan kamu tahu itu, tapi kau tak mengindahkannya. Kau tahu seberapa sulitnya pekerjaan ini. Namun kau tak mau berbagi dengan mereka. Kepercayaan itu perlu, Gal!"

Telak!

Aku tertunduk merenung.

Jadi inilah perasaan itu.
Aku harus membangunkan kembali kepercayaan bagi orang-orang di sekitarku. Aku harus bisa melihat wajah-NYA pada setiap muka yang hidup bersamaku. Dengan begitu aku baru bisa merasakan berkat dan anugerah terindah ketika aku menjalankan setiap tugasku.

Aku yang telah buta akan suatu tujuan akhir yang membanggakan, ternyata telah melewatkan seribu senyuman kebanggaan dari orang-orang yang bekerja denganku.

Kata maaf saja takkan cukup untuk menggambarkan penyesalanku. Masa lalu tak bisa diubah.
Hanya sebuah pengharapan akan masa depan yang lebih menjanjikan yang bisa kupegang teguh.

Perubahan itu perlu.
Berbagi dengan mereka juga tak kalah penting.
Percaya adalah dasar dari segalanya.

Wednesday, July 28, 2010

Terbaik bagi ...

Desakan demi desakan untuk menjadi yang "terbaik" terus membanjiri,,
banyak hal yang dipandang "baik" di depan mata mereka dijadikan standar untuk sebuah karakter seseorang,,
pernakah mereka memikirkan kemungkinan lain akan terjadi,,

luka yang tergores akan selalu diingat seumur hidup,,
bahkan mata akan selalu sembab jika mengingatnya,,

begitu banyak yang mereka minta,,
begitu sering mereka memaksa,,
begitu dalam arti "menjadi terbaik" yang mereka tanamkan,,

semuanya itu tak akan pernah lepas dalam dirinya,,

tak bisa dirinya menyalahkan mereka,,
hanya bisa memaksa dirinya terus menjadi "lebih baik",,

terus
terus
dan terus

hingga titik penghabisan,,
ketidakpuasan dan kegagalan yang ditemukan,,

kehancuran,,

mereka dan dirinya telah membunuh aku,,
aku yang telah tinggal di dalam dirinya,,
yang terus menanti untuk ditunjukkan pada dunia,,
mereka telah menelanku,,

kerendah-diriannya telah merusak detik-detik berharga yang telah terlewatkan,,
dan aku,, dengan kesendirianku,, harus berjuang keras membangkitkan dirinya,,
aku akan kembali mengingatkan dirinya untuk "membuat yang terbaik",,
"yang terbaik" bagi dirinya sendiri,,
"yang terbaik" di mata penciptanya,,
bukan "yang terbaik" di mata orang yang miring hatinya.

Thursday, July 22, 2010

Jawaban untuk Hidup

"Untuk hidup butuh belajar
Suatu pembelajaran dapat dimulai ketika kau berani
Keberanian tumbuh dari sebuah pilihan
Pilihan bisa melahirkan berbagai konsekuensi
Setiap konsekuensi harus dipertanggungjawabkan
Pertanggungjawaban yang baik takkan pernah lepas dari sikap terbuka
Ketika seseorang membuka diri, tak lupa rendah hati turut menyertai
Kerendah-hatian membuat kau sadar diri
Kesadaran akan diri sendiri akan membuatmu berbahagia
Bahagia sejati hanya bisa kau temukan ketika kau menanamkan rasa syukur
Rasa syukur beriringan dengan pujian bagi Sang Khalik dan dirimu"

Jadi bisakah disimpulkan bahwa
"untuk hidup harus diiringi dengan pujian bagi Sang Khalik dan dirimu"?
Kau punya jawabannya...

Tuesday, July 20, 2010

Harimu Tanpaku

Hujan turun seharian//Kau yang pergi pun belum kembali//
Berkutipkan AA, aku tak mampu menghitung banyaknya tetesan yang turun sedari tadi/
begitu juga rinduku yang tak terkatakan padamu//
Seberapa banyak cerita yang terlewatkan untukku//
Sejauh mana hidupmu berjalan tanpa kehadiranku//

"Apa kabar?" "Gimana tadi?" "Kenapa kau menangis?" "Tertawakanlah mereka!"/
tak ada lagi kata yang bisa menyaingi semua pengalaman yang telah lampau//
Aku hanya tak tahu apa-apa tentang dirimu lagi//
Kau tak hanya jauh di mata, dirimu pun terasa jauh dariku/
dan aku benci itu!//
Kekuatanku saja tak cukup untuk sandaranmu/

Aku hanya ingin menjadi seperti dulu/kemarin/beberapa tahun lalu/
dengan perkembangan terkini//


Doaku, semoga "suatu hari nanti" kan segera menghampiri kita ^^

Miss u, sista! -DMPH

Monday, July 19, 2010

(I'm) Not Playing With Fire

Kuberlari mengejarmu yang akan pergi jauh
Kutangkap ketika kau hendak menjerumuskan dirimu ke dalam lubang hitam
Kutegur disaat kau membutuhkannya
Kuberikan senyum agar kau tersenyum
Semua kan tulus kuberikan pada sahabat seperjuanganku
Jangan sia-siakan teriakkanku
Jangan hapus komitmenmu
Kau sudah indah tanpa perlu turun tanganku

Namun, mengapa aku seperti mendapat firasat
Kau tak melihat lariku, tapi keringatku
Kau tak memperhatikan tanganku, tapi wajahku
Kau tak mendengar kata-kata teguranku, tapi bibirku
Hanya senyumku

Absurd
Yang tak seharusnya malah dijadikan ujung tombakmu
Kacau
Semua menjadi beda persepsi dan intelejensi

Aku tak bermain dengan api, tapi kau membuatnya seakan begitu adanya
Fatamorgana menutupi kedua matamu
Oasis di tengah padang gurun memang selalu menggiurkan hati yang gersang
Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah, RL!

Tik Tik Hujan

Rintik hujan mendera tanah lapang,
membangkitkan jiwa - menenangkan hati.

Semakin derasnya air mengucur,
tak sampai hasrat ini ingin menghentikannya.

Di mana pun kuberada,
ketika ia hadir,
kedamaian dan pemandangan indah senantiasa menjadi angan mimpi dan buah tidurku.


Mereka berlari; Mereka menepi; Mereka merapat pada pelukan sang kekasih; Mereka bersembunyi di balik hangatnya selimut kamar.

Bertemankan alunan musik alam.

Aktivitas melambat.

Keinginan menikmati tiap tetesannya telah menghanyutkan segala beban.

Tunggulah hingga pelangi muncul dengan semu kemalu-maluannya,
maka semua akan berakhir menakjubkan
(hope so)

Sunday, July 18, 2010

Kebisuan dalam Bibir

Seribu kata telah kurangkai dalam pikiranku
Tapi lidah tak bertulang pun tak sanggup mengungkapkannya
Begitu banyak pertanyaan dan pernyataan bagimu
Sesak bila semua tak terungkap sekarang

Keinginan selalu hadir dalam indahnya sebuah harapan
Rakitan diri tak lagi menjadi milik pribadi
Berbagi bukanlah semudah tujuh huruf hitam di atas polosnya kertas

Keinginan untuk selalu berubah menjadi lebih baik selalu ada
Namun selalu ada juga perbedaan dasar bagi sebuah arti "baik"

Mudahkah kau mengungkapkan maksud hati yang berbicara ini?

Maafkanlah bila hanya kebisuan yang datang dari bibirku

Tuesday, July 13, 2010

Hidupmu Indah pada Waktu-Nya

Bagaimanakah harimu?
Penuh sukacita?
Penuh kesukaran?
Penuh kebimbangan?

Mengapa kau menangisi dan bersungut-sungut akan setiap detik yang kau lewatkan?
Sesulit itukah rintangan hidup yang harus kau lompati?
Sudah berapa kalikah kau terjatuh sampai berdarah?

Kini, mengapa kau masih bersedih dan menyesali akan hidupmu?
Kau tahu, namun kau tak mau percaya.
Kau mengerti, namun kau tak mau menyerahkan semuanya kepada DIA.
Kau sudah mengalaminya, namun kau tak mau mengoreksi.

Mengapa harus menilai diri terlalu rendah?
Kau besar.
Kau hebat.
Kau tegar.

Setiap kali kau tersandung,
kau bisa bangkit kembali.
Kekuatan dan dukungan untukmu selalu hadir di saat yang tepat.
Di saat semua memberikan suara untukmu,
ubahlah semuanya itu menjadi indah.
Kau bisa!

Dan untuk apa yang telah kau alami;
Bersyukurlah!

Masih banyak di antara mereka yang mengejar sebuah kebahagiaan, walau hanya secuil.
Mereka terus berjuang untuk menjadi sesuatu.
Mengapa kita juga tidak mengubah diri kita menjadi suatu hal yang positif?

Berjuanglah kau, wahai remaja labil!

Monday, July 12, 2010

3 Hari 2 Malam untuk Selamanya

Kedinginan; Menahan datangnya sakit; Kekecewaan;
Berunding untuk yang terbaik; Memberikan semangat bagi yang kehilangan;
Memimpin; Melindungi;
Menegur dan ditegur;
Refleksi diri; Evaluasi hidup; Menambah pengalaman;
Senang berkali lipat; Malu bersemu;
Menikmati berkat; Memberikan syukur;
Ketakutan menanjak; Keinginan untuk mengakhiri;
Serunya kebersamaan; Indahnya persahabatan baru;
Bentuk anugerah cinta yang terbentuk secara alamiah;
Tronton mendebarkan dan penuh semangat juang;
Uniknya "Sop Utan"; Enaknya "Ulat Bulu Goreng";
Teringat akan "Kita diciptakan oleh Dia dan untuk Dia";
"Tau Diri" bisa dijadikan konsep karakter yang baik;
"Mengelola, menguasai, dan memelihara" akan selalu terngiang;
Berkonsep "Harmoni Alam" dan "Bersahabat dengan Alam";
Bahkan tak lupa tema "Save The Earth and Save Your Life to God";
dan ikrar "Say no to trash, no to racism, and to be positive" terucap;
Kelompok Zakeus, Eden, dan Wahyu menjadi kelompok terpilih;

Semuanya menjadi satu dalam kehidupan bersama Panitia Bible Camp 2010, Pengurus BPK PT GPIB Yahya, Teruna GPIB Yahya, dan calon teruna baru di Cilembeur 9-11 Juli 2010 lalu.
So,
Bible Camp BPK PT GPIB Yahya 2010 just ended!
Thank's Lord!

Langit Semalam

Langit tak pernah hadir dalam mimpi
hanya senyum
hanya tatapan
hanya sepenggal kata

Langit tak memiliki nilai yang indah
namun tingkah
namun akal
namun hati

Langit memang cukup menarik
Langit memiliki daya tersebut

Ketika malam datang, ia memang bisa menghanyutkan bulan
Namun ketika siang, ia bisa mengalikan cahaya matahari dengan begitu indahnya

Kali ini mungkin aku hanya bermimpi
Pertama dan terakhir kalinya