Google+ Followers

Pages

Wednesday, February 24, 2010

Emosi

Jangan berkomentar
Tak diizinkan berkoar

Satu kata, beribu makna
Rangkaian huruf membarakan asa

Darah memompa dua belas kali lebih cepat dari biasanya
Aliran saraf terbakar hingga ke akar
Oksigen berpacu lambat sampai ke otak

Se-sak

Hujaman beban tak terkontrol
Akal sehat tak berfungsi lagi

Letupan amarah memuai
Ringannya lidah mencuat kekasaran
Kata berubah menjadi samurai

Tak ada seni keindahannya
Hanya menyisakan ampas penyesalan

Namun kata tak bisa diulur
Waktu tak bisa terulang

Gemulai dibalas hardikan

Hilang detik-detik kelembutan

Pertanyaan A berbalas Z

Maksud hati tak tersampaikan
Belitan emosi merajai

Keras kepala. Egois. Ketaksabaran.

Tertatih-tatih menahan langkah
Semakin jauh aku semakin terjatuh
Makin tak terhentikan
Hingga emosi membungkam kesadaran

Sunday, February 14, 2010

About Full Of Love

Cinta.. Kasih.. Cinta Kasih..
Kasih Sayang..

Full of love?
Penuh dengan cinta?

Bagaimana kalau penulis jabarkan sebagai sebuah cinta yang tak pernah habis.
Ketika kau mencoba mencintai/mengasihi orang tuamu dengan sepenuh hati. Kau bisa juga memberikan kasih itu pada teman, bahkan pasanganmu, juga dalam bobot yang sama besar.
Jika kasih pada orang tua 100%, maka pada kakak/adik, teman, pasangan, tetangga, terutama pada Tuhan, semuanya bisa 100% juga.
Kenapa tidak? Karena gudang cinta-kasih yang dimiliki penuh. Bahkan tak terbatas. Unlimited. Tak akan pernah habis.

Itulah yang penulis dapatkan dari pengalaman 13 Februari lalu.
Berawal dari persekutuan Gerakan Pemuda GPIB Yahya pukul 18.00 wib.
Tema yang diangkat adalah "Full Of Love".

Cinta yang dianugerahkan oleh Yesus pada kita tak akan pernah berhenti.
Ada sebuah lagu yang sempat saya dan rekan-rekan pemuda nyanyikan. "Sentuh Hatiku".
Dalam liriknya jelas terdapat untaian kata indah,
'Bapa ajarku mengerti/sebuah kasih yang selalu memberi/bagai air mengalir/yang tiada pernah berhenti//"
Ya, sampai sekarang sebagian besar manusia masih perlu belajar bagaimana sebuah kasih itu harus ditunjukkan. Bukan hanya pada sesama saja. Tapi juga kepada Tuhan.

Ada tiga tokoh yang tergambar di benak penulis jika menyangkut kata 'cinta-kasih':
3. Orang Samaria (PL Alkitab)
2. St. Valentinus (Valentine's day)
1. Yesus Kristus

Mereka yang bersedia memberikan dirinya untuk orang lain. Kenal ataupun tidak. Disukai maupun dibenci. Namun cinta yang mereka berikan sangatlah tulus.

Bagaimana dengan cinta kita? Sudah mampukah kita sama seperti mereka?
Tidak mengenal situasi dan kondisi. Setiap saat, setiap waktu. Di kala suka atau duka. Siapkah kita?

Kita telah dianugerahkan kasih yang melimpah dari Sumber Kasih. Haruslah dengan rela menyalurkan kasih itu pada orang lain juga. Jadikanlah hidup kita media agar orang menerima berkat dari Tuhan.


KISAH
Akhir kata, ada sebuah cerita tentang seorang yang pelit. Ia tidak pernah berbagi dengan orang lain. ia tidak pernah tahu bagaimana caranya memberi.
Suatu kali, ia terkena masalah. Ia jatuh pada sebuah lubang yang agak dalam. Lalu datanglah seseorang hendak menolong orang pelit ini.
Penolong1: berikan tanganmu. berikan. berikan. (sambil meminta tangan si pelit terulur ke hadapannya)
Namun karena orang pelit itu tak pernah memberi, ia pun tak menerima pertolongan itu.
Si penolong pertama pun pergi.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang bijak melihat orang pelit itu. Ia pun menolongnya.
Bijak: ambil tanganku. (sambil menjulurkan tangannya)
Akhirnya si pelit pun tertolong.

Itulah sepenggal cerita yang patut kita renungkan. Mungkin kita terlihat seperti si pelit. Saat orang memberikan pertolongan, kita malah tak pernah menganggap bahwa itu berkat. Kita terlalu buta untuk menilai itu sebagai sebuah hal harus disyukuri.

Dari kisah ini, penulis berharap kita semua tahu bahwa mensyukuri semua bentuk berkat Tuhan sangatlah penting. Itulah tanda kasih yang telah diberikan DIA kepada kita.

Jadi, bersyukurlah setiap waktu. Penuhilah detik-detik kehidupanmu dengan terus berbagi kasih dengan sesama. Mulailah semuanya dengan meminta pertolongan Maha Pengasih. Dan sadarilah bahwa kita patut menyayangi orang lain, sama seperti kita menyayangi diri kita sendiri. Itulah tanda kasih kita kepada Tuhan juga.

*Pengertian Kasih (I Korintus 13)
Thanks to Ibu Pdt. Ny. C. Mailoa

SELAMAT HARI KASIH SAYANG SEMUANYA

Thursday, February 11, 2010

Aku, Ibuku, Masa Depanku

'surga di telapak kaki ibu'

Itulah yang sering digumamkan para makhluk pecinta sosok seorang ibu.
Sukanya mereka saat pertama kali tahu bahwa dikaruniai buah hati.
Dukanya dikala mereka harus merasakan kesakitan, kecapaian, badan yang melar, hanya karena kita. Buah cintanya.

Sungguh berbahagialah kalian yang percaya akan betapa besarnya peranan seorang ibu bagi hidup kita.
Tanpa ia yang sabar, maka kita tak akan menjadi seorang pribadi yang layak di mata masyarakat seperti ini.

Namun...

Pernakah terlintas di pikiranmu bagaimana kehidupan tak berjalan seindah yang di buku cerita dan dongeng-dongeng?

Bukalah matamu,
masih banyak saudara kita, teman kita, tetangga kita, orang-orang yang berada di luar sana, tak mengenal sosok ibu seperti yang kita puja.

Mereka tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
Mereka tak pernah mengenal siapa wanita yang melahirkan mereka.
Mereka tak pernah tahu apakah manusia macam apakah ibu itu.
Mereka tak pernah mengerti bagaimana perasaan ibu mereka mendapati bahwa anak mereka adalah orang seperti ini.

Yang mereka tahu tentang sosok ibu tidaklah sesempurna lukisan Picasso.
Yang mereka tahu hanyalah 'wanita itu' tak pernah menyayangi mereka.
Ia hanya tak mengharapkan kita.
Ia adalah seorang yang telah melakukan kelalaian. Kesalahan terbesar.

Mereka hanyalah bisa berpikir dari sisi yang ia lihat sekarang. Yang ia rasakan. Yang ia tahu. Begitu saja.

Tapi, apakah itu cukup?

Mungkin mereka tak sempurna.
Mereka tak sekuat yang kita harapkan.
Mereka tak sebaik yang kita inginkan.
Mereka hanyalah seorang pengecut. Pengkhianat. Pemaksa. Tidak dewasa.

hello...
adakah ukuran untuk semuanya itu?
Itu hanyalah ukuran dari manusia-manusia yang pernah melakukan hal seperti itu juga.

come on...
Kita dan mereka tak berbeda jauh.
Akuilah itu.
Mereka tetaplah orang tua kita.
Dan ini tak bisa dihindari.
Karena hal serupa muncul bukanlah untuk dihindari.
Hadapi!

Percayalah bahwa ada hal-hal yang kita harus sadari dari sekarang.
Kita dilahirkan agar mereka bisa melihat bagaimana hidup itu seharusnya.
Kita masih bernafas di saat ini, mencicipi pahitnya dunia, menelan semua kotoran kehidupan, karena semuanya itu harus ada yang melewatinya.
Bersyukurlah bahwa kau pernah menelan semuanya ini.
Ini pengalaman berhargamu.
Harta bendamu yang tak akan dimiliki oleh orang lain.
Kau berbeda, karena kau kuat!
Kau kaya, karena kau memilikinya!

Bukan salah ibu mengandung.
Semua terjadi karena ada sebuah 'Tangan Ajaib' yang ingin turut berkarya dalam kehidupan kita.

Masa depan ada di tangan kita -bersama segala yang ada di dalamnya.
Keberhasilan itu terbentuk dari batu loncatan yang kita jadikan dasar.
Jika dari awal tak sekalipun kita bisa menghargai seseorang,
bagaimanakah orang lain akan menghargai kita?

Mulailah dari keluargamu.
Belajarlah dari kehidupan mereka.
Buatlah dirimu menjadi lebih baik.
Semua jalan akan terbuka lebar di saat hati dan pikiranmu terbuka. :)


Katakanlah pada mereka -apapun isi hatimu- selagi bisa.

Monday, February 08, 2010

Send a Note to God

CHARICE - NOTE TO GOD LYRICS

If I wrote a note to God
I would speak what's in my soul
I'd ask for all the hate to be swept away
For love to overflow

If I wrote a note to God
I'd pour my heart out on each page
I'd ask for war to end
and for peace to mend this world

I'd say
I'd say
I'd say

Give us the strength to make it through
Help us find love, cause love is overdue
And it seems like so much is going wrong
On this road we're on

If I wrote a note to God
I'd say please help us find a way
End all the bitterness, put some tenderness
in our hearts

I'd say
I'd say
I'd say

Give us the strength to make it through
Help us find love, cause love is overdue
And it looks like we haven't got a clue
Need some help from YOU

Grant us the faith to carry on
Give us hope when it seems all hope is gone
Cause it seems like so much is going wrong
On this road we're on

No
No

We can't do it on our own

So
So

(Give us the strength to make it through
Help us find love, cause love is overdue)
And it looks like we haven't got a clue
Need some help

Grant us the faith to carry on
Hope when it seems all hope is gone
Cause it seems like so much is going wrong
On this road we're on

No
No
(No) We can't do it on our own

(So)
So

If i wrote a note to God

Suara yang luar biasa datang dari seorang dara berketurunan filipina. Yah itulah Charice Pempengco. Andaikan kita semua bisa mengirimkan sebuah pesan seperti itu kepada Tuhan. Pasti dunia ini akan lebih baik. Apalagi jika setiap manusia sadar bahwa kita semua dapat menjadikan keadaan sekarang lebih baik lagi --dengan cara kita sendiri. Tentu dengan bantuan dari Tuhan Allah juga.
Just send a note to Our God, now!

Thursday, February 04, 2010

It's Red Dress Day

Pernah dengar "RED DRESS DAY"?
Atau NHLBI?

Semuanya itu berkaitan dengan kampanye untuk penyakit serangan jantung (Heart Attack) untuk para perempuan.

Biasanya para kaum hawa ini menganggap bahwa serangan jantung lebih identik dengan kaum bapak. Dan itu pasti bukan urusan wanita. Tapi ternyata salah. Di Amerika, sebuah institusi National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) melakukan penelitian yang membuktikan bahwa bukan breast cancer, lung cancer, atau stroke penyebab paling banyak wanita meninggal. Penyakit jantung (Heart Disease) itulah.

Red Dress Day
Cara yang paling efektif dilakukan di Amerika adalah mereka membuat sebuah hari dimana para wanita akan menggunakan baju berwarna merah. Ini merupakan simbol bahwa mereka sudah sadar akan ancaman penyakit seperti ini. Dan ikon seperti ini digunakan agar kaum wanita mulai bereaksi terhadap perseptif mereka yang terlalu menganggap penyakit ini hanya khusus pria. Ide dan kegiatan ini baru muncul pada tahun 2002 lalu. Dan kini terus merambah ke seluruh Amerika, bahkan dunia.
Hari peringatan untuk kampanye ini adalah setiap hari jumat pertama di bulan Februari. Yaitu hari ini.
Biasanya orang Amerika akan menggunakan dasi, baju, jas, tas, atau hanya menggunakan pin Red Dress. Acara yang dilaksanakan pun biasanya berupa pameran Fashion Week. Bekerja sama dengan beberapa brand ternama, seperti Coca-cola Diet dan Mercedes-Benz, maka kampanye ini termasuk kampanye terbesar di Amerika.
Unuk informasi lebih lanjut silahkan lihat http://www.nhlbi.nih.gov/educational/hearttruth/about/red-dress.htm
Faktor Utama Penyakit Jantung
Di websitenya kita dapat mengetahui apa saja faktor utama seseorang rentan terkena penyakit jantung, yaitu:
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Fisik tidak aktif
  • Memiliki keturunan serupa
  • Usia (55 tahun ke atas)
dan masih ada beberapa faktor lainnya yang bisa mendukung.
http://www.nhlbi.nih.gov/educational/hearttruth/lower-risk/risk-factors.htm

Oleh karena itu, dari sekarang konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, berolahraga rutin (mulai dari yang ringan dulu saja), serta menjaga pola hidup sehat.