Google+ Followers

Pages

Sunday, February 14, 2010

About Full Of Love

Cinta.. Kasih.. Cinta Kasih..
Kasih Sayang..

Full of love?
Penuh dengan cinta?

Bagaimana kalau penulis jabarkan sebagai sebuah cinta yang tak pernah habis.
Ketika kau mencoba mencintai/mengasihi orang tuamu dengan sepenuh hati. Kau bisa juga memberikan kasih itu pada teman, bahkan pasanganmu, juga dalam bobot yang sama besar.
Jika kasih pada orang tua 100%, maka pada kakak/adik, teman, pasangan, tetangga, terutama pada Tuhan, semuanya bisa 100% juga.
Kenapa tidak? Karena gudang cinta-kasih yang dimiliki penuh. Bahkan tak terbatas. Unlimited. Tak akan pernah habis.

Itulah yang penulis dapatkan dari pengalaman 13 Februari lalu.
Berawal dari persekutuan Gerakan Pemuda GPIB Yahya pukul 18.00 wib.
Tema yang diangkat adalah "Full Of Love".

Cinta yang dianugerahkan oleh Yesus pada kita tak akan pernah berhenti.
Ada sebuah lagu yang sempat saya dan rekan-rekan pemuda nyanyikan. "Sentuh Hatiku".
Dalam liriknya jelas terdapat untaian kata indah,
'Bapa ajarku mengerti/sebuah kasih yang selalu memberi/bagai air mengalir/yang tiada pernah berhenti//"
Ya, sampai sekarang sebagian besar manusia masih perlu belajar bagaimana sebuah kasih itu harus ditunjukkan. Bukan hanya pada sesama saja. Tapi juga kepada Tuhan.

Ada tiga tokoh yang tergambar di benak penulis jika menyangkut kata 'cinta-kasih':
3. Orang Samaria (PL Alkitab)
2. St. Valentinus (Valentine's day)
1. Yesus Kristus

Mereka yang bersedia memberikan dirinya untuk orang lain. Kenal ataupun tidak. Disukai maupun dibenci. Namun cinta yang mereka berikan sangatlah tulus.

Bagaimana dengan cinta kita? Sudah mampukah kita sama seperti mereka?
Tidak mengenal situasi dan kondisi. Setiap saat, setiap waktu. Di kala suka atau duka. Siapkah kita?

Kita telah dianugerahkan kasih yang melimpah dari Sumber Kasih. Haruslah dengan rela menyalurkan kasih itu pada orang lain juga. Jadikanlah hidup kita media agar orang menerima berkat dari Tuhan.


KISAH
Akhir kata, ada sebuah cerita tentang seorang yang pelit. Ia tidak pernah berbagi dengan orang lain. ia tidak pernah tahu bagaimana caranya memberi.
Suatu kali, ia terkena masalah. Ia jatuh pada sebuah lubang yang agak dalam. Lalu datanglah seseorang hendak menolong orang pelit ini.
Penolong1: berikan tanganmu. berikan. berikan. (sambil meminta tangan si pelit terulur ke hadapannya)
Namun karena orang pelit itu tak pernah memberi, ia pun tak menerima pertolongan itu.
Si penolong pertama pun pergi.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang bijak melihat orang pelit itu. Ia pun menolongnya.
Bijak: ambil tanganku. (sambil menjulurkan tangannya)
Akhirnya si pelit pun tertolong.

Itulah sepenggal cerita yang patut kita renungkan. Mungkin kita terlihat seperti si pelit. Saat orang memberikan pertolongan, kita malah tak pernah menganggap bahwa itu berkat. Kita terlalu buta untuk menilai itu sebagai sebuah hal harus disyukuri.

Dari kisah ini, penulis berharap kita semua tahu bahwa mensyukuri semua bentuk berkat Tuhan sangatlah penting. Itulah tanda kasih yang telah diberikan DIA kepada kita.

Jadi, bersyukurlah setiap waktu. Penuhilah detik-detik kehidupanmu dengan terus berbagi kasih dengan sesama. Mulailah semuanya dengan meminta pertolongan Maha Pengasih. Dan sadarilah bahwa kita patut menyayangi orang lain, sama seperti kita menyayangi diri kita sendiri. Itulah tanda kasih kita kepada Tuhan juga.

*Pengertian Kasih (I Korintus 13)
Thanks to Ibu Pdt. Ny. C. Mailoa

SELAMAT HARI KASIH SAYANG SEMUANYA

0 comments:

Post a Comment